Sore Itu

Harum tubuhmu begitu wangi sore itu
Kaos biru dan dan celana jeans abu – abu
Rambut sebahu dengan poni manis seperti biasa di harimu
Ahh kau tampak makin cantik sore itu
Tak ada baju seragam putih abu – abu yang biasa kau kenakan saat kita bertemu

Tak ada sore yang seindah itu
Masihkah kau ingat?
Tak sengaja kita saling bertemu sore itu
Kau duduk sendiri di kursi cokelat
Entah apa yang kau tunggu ketika itu, aku tak tahu
Kuberanikan diriku untuk mendekat
Kau pun hanya memberi senyum manis dari mulut mungilmu
Masihkah kau ingat?
Kita berdua duduk bersama sore itu
Detik demi detik kebersamaan kita sore itu kan terus teringat
Walau tak banyak kata yang terucap dari mulutku dan mulutmu
Pun dengan mata yang tak saling bertatap meski dekat
Sore indah yang pertama dan terakhir yang sempat kulalui denganmu

Bodohnya sore itu
Sudah lama aku mengagumi sosokmu
Kau yang membuat mulutku tak bisa berucap saat menatapmu
Tak ada sosok yang mengalahkan indahnya senja selain dirimu
Terangmu menenggelamkan pikiranku
Kau buat rindu yang tak kan pernah kau pun tahu
Tak sempat berkata sejujurnya sore itu
Ah bodohnya aku
Rahasia tetap diam tak kan pernah terucap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s