Tan Malaka, Pahlawan Yang Hidup kembali (1897 – 1949)

Gambar

Tan Malaka merupakan sosok pahlawan yang terlupakan. Pernyataan ini dapat terbentuk karena memang di era Orde Baru hingga sekarang tidak banyak kisah perjuangannya yang dikenal sebaik/dan seheroik pahlawan nasional yang melawan penjajah dengan peperangan harfiah.  

Tan Malaka merupakan pahlawan revolusioner yang benar – benar melawan Fasisme pada jaman Jepang serta kapitalisme pada jaman penjajahan Belanda/ Lewat Gagasan – gagasan revolusionernya ketika itu dirinya sangat diakuti oleh kaum Penjajah. Sebagai seorang tokoh sosialis, ide atau gagasan Tan Malaka yakni menginginkan bangsa Indonesia yang merdeka 100%. Tak aka nada kemerdekaan jika kekayaan dan asset di negeri ini masih dikuasai oleh asing. Bagi Tan Malaka, asing dan pribumi jadi penegas apa saja: kepentingan, kekuasaan dan kedaulatan dalam makna Hakiki. Ide dan gagasan Tan Malaka ketika itu seperti mendahului jaman, akibatnya dirinya hidup dalam kesendirian dan hidup melalui batas – batas yang diciptakan oleh aturan negeri yang hendak dibuatnya merdeka. Namun kini, apa yang menjadi pikirannya, seperti menemukan jaman yang tepat saat ini, dimana arus liberalis dan kapitalisme kian deras menerjang tiap sendi – sendi bangsa.

                Berikut saya ingin menyampaikan beberapa gagasan atau ide dari serta kata – kata bijak dari seorang Tan Malaka :

“ Kebutuhan kita kini bukan sekadar keberanian semata, melainkan lebih pada pengetahuan revolusioner dan kecakapan mengambil sikap revolusioner” (Tan malaka – aksi massa)

“Negara yang hidup meminjam pasti menjadi Hamba Peminjam” (uraian Mendadak, Yogyakarta, 7 November 1948.

“Banyak bakat yang hilang karena kekurangan uang, dan banyak orang memperoleh gelar yang sesungguhnya bukan menjadi haknya” (Pidato Tan Malaka dalam Konggres Ikatan pelajar, September 1919)

““Bergelap-gelaplah dalam terang, Berterang-teranglah dalam gelap.” – Tan Malaka

“”Kebiasaan mengapal itu tiada menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin, Yang saya ingat bukan lagi arti sesuatu kalimat, melainkan bunyinya.” Tan Malaka

“Seseorang yang ingin menjadi murid Barat atau manusia, hendaklah ingin merdeka dengan memakai senjata Barat yang rasionil. Apabila sudah dapat barulah dapat ia menciptakan satu pergaulan hidup yang baru dan rasionil.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Akuilah dengan yang putih bersih, bahwa kamu sanggup dan mesti belajar dari orang Barat. Tapi kamu jangan jadi peniru orang Barat, melainkan seorang murid dari Timur yang cerdas, suka memenuhi kemauan alam dan seterusnya dapat melebihi kepintaran guru-gurunya di Barat.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Sebelum bangsa Indonesia mengerti dan mempergunakan segala kepandaian dan pengetahuan Barat, belumlah ia tamat dari sekolah Barat.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Janganlah menjatuhkan diri ke dalam kesesatan dengan mengira, bahwa kebudayaan Timur yang dulu atau sekarang lebih tinggi dari kebudayaan Barat sekarang. Ini boleh kamu katakan, bilamana kamu sudah melebihi pengetahuan, kecakapan dan cara berpikir orang Barat.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian yang terbesar menentang imperialisme Barat yang lalim ditambah lagi oleh dorongan kebencian bangsa Timur terhadap bangsa Barat yang menggencet dan menghinakan mereka.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Jika Diponegoro dilahirkan di Barat dan menempatkan dirinya di muka satu revolusi dengan sanubarinya yang suci itu, boleh jadi akan dapat menyamai perbuatan-perbuatan Crommwell atau Garibaldi. Tetapi ia menolong perahu yang bocor, kelas yang akan lenyap.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Sekurang-kurangnya masyarakat kamu sudah mengeluarkan orang yang lebih dari seorang Darwin, Newton, Marx dan Lenin, barulah kamu boleh bangga.” Tan malaka – Aksi Massa 1926

“Partai mesti berhubungan rapat dengan massa terutama dalam saat yang penting, dengan segala golongan Rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Jika kita mau mengumpulkan dan memusatkan tenaga-tenaga revolusioner di Indonesia dengan jalan massa aksi yang tersusun buat merantapkan kemerdekaan nasional, tentulah kita mesti mempunyai satu partai yang revolusioner” Tan Malaka. – Aksi Massa 1926

“Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“Revolusi itu menciptakan!!” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“ Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“ Dengan jalan revolusi dan perang kemerdekaan nasional-lah (yang dapat dimasukkan ke dalam revolusi sosial!!!), maka sekalian negeri besar-besar yang modern, tidak ada kecualinya, dapat melepaskan diri dari kungkungan kelas dan penjajahan” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“ Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita.” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

“ Satu kelas atas satu bangsa yang tidak mampu melemparkan peraturan-peraturan kolot serta perbudakan dengan perantaraan revolusi, niscaya musnah atau ditakdirkan menjadi budak buat selama-lamanya” Tan Malaka – Aksi Massa 1926

                Ide ide atau gagasan – gasannya yang revolusioner kini benar – benar menemukan masanya. Tan Malaka seperti dilahirkan terlalu cepat ketikaa itu, karena ide dan gagasannya banyak terpinggirkan di bangsanya sendiri. Namun kini Tan Malaka seperti hidup kembali lewat gagasan gagasan revolusinernya yang dikumandangkan oleh para aktivis muda pembela keadilan dan kesejahteraan rakyat, dimana sekarang keadilan dan kesejahteraan rakyat terenggut oleh Liberalisme dan kapitalisme yang menggerogoti Ideologi Pancasila kita.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s