BBM Naik?

87785435141-bbm_naik

Saat ini, kabar mengenai kenaikan BBM bersubsidi sedang hangat diperbincangkan. Apalagi mendekati tanggal 17 Juni, dimana setelah tanggal itu BBM dipastikan akan naik. Hal ini sesuai dengan persetujuan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP 2013) oleh DPR. Kebijakan Kenaikan harga BBM bersubsidi ini dibarengi dengan adanya kebijakan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk masyarakat miskin. BLSM rencananya akan diberikan kepada masyarakat selama 4 bulan berturut – turut setelah kenaikan harga BBM dengan besar bantuan Rp. 150.000 per bulan. Rencana BLSM ini dianggarkan sebesar 9,3 Trillun Rupiah.

salah satu anggota fraksi PPP M Romahurmuzy memaparkan 5 alasan mengapa BBM harus naik :

Pertama, harga BBM bersubsidi Rp 4.500 terlalu murah, jauh berbeda dengan harga BBM industri yang mencapai Rp 9.300. Harga BBM Indonesia juga termurah di kawasan ASEAN. Harga BBM Indonesia sangat murah jika dibandingkan misalnya dengan Vietnam (RON 92) Rp 15.553; Laos Rp 13.396; Kamboja Rp 13.298; dan Myanmar Rp 10.340.

kedua, harga BBM fosil yang murah, menghambat munculnya energi alternatif. Bahan bakar nabati, baik berbasis etanol maupun CPO, tidak bisa bersaing. Bahan bakar alternatif seperti gas tidak berkesempatan tumbuh karena harganya relatif dekat dengan BBM bersubsidi.

Ketiga,sejak awal dekade 2000, Indonesia telah beralih status dari negara eksportir menjadi net importir minyak. Dengan importasi BBM dan minyak mentah yang mencapai lebih sepertiga dari kebutuhan nasional, harga BBM nasional sangat bergantung pada harga internasional.

Keempat, subsidi BBM yang berlangsung selama ini tidak sesuai ketentuan UU 30/2007 tentang Energi. Di dalam Pasal 7 Ayat (2) disebutkan bahwa subsidi disediakan untuk kelompok masyarakat tidak mampu. Namun kenyataannya, subsidi BBM dinikmati lebih 70 persen oleh kelas menengah pemilik mobil pribadi dan sepeda motor bersilinder tinggi.

Kelima, seperlima APBN telah tersedot untuk subsidi energi yang bersifat konsumtif. Hal ini membuat ruang gerak belanja negara untuk sektor produktif yang lebih bersifat jangka panjang menjadi terbatas.

Alasan alasan yang dipaparkan memang terlihat sangat kuat, namun sebenarnya penyebab terjadinya berbagai masalah energi sebenarnya siapa? ya Pemerintah sendiri lah yang melakukan. Lihat saja fakta di lapangan, Pemerintah lewat pertamina hanya menguasai ladang minyak nasional sebesar 20 % dan sisanya sebesar 80 % dikuasai oleh asing yang notabennya kaum liberalis. Hal tersebut lah yang menyebabkan Indonesia harus mengimpor minyak dengan harga yang mengikuti harga BBM Internasional. kemudian alasan APBN yang membengkak juga sebenarnya dikarenakan oleh ulah pejabat negara sendiri yang korup, lagi – lagi itu semua dikarenakan Pemerintah yang gagal dalam memberantas korupsi yang merampok APBN.

Kenaikan harga BBM yang disebabkan oleh pengurangan subsidi sebenarnya merupakan alasasn untuk mempermudah kaum asing dalam menguasai minyak dan gas bumi yang merupakan hak hidup rakyat Indonesia. Pengadaan subsidi BBM harus tetap diberlakukan untuk tetap menajga keselamatan ide demokrasi ekonomi dan ekonomi kerakyatan sesuai pasal 33 UUD 1945. Oleh karena itu dengan tegas saya menolak Kenaikan harga BBM dengan tegas.

One thought on “BBM Naik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s