TANDA TANYA AGRARISME INDONESIA

lahan-pertanian-salah-satu-faktor-penopang-ketahanan-pangan-nasional-ilustrasi-_120429194138-340Pada masa pemerintahan orde baru terlepas dari permasalahan hutang luar negerinya, Negara Republik Indonesia disebut – sebut oleh dunia sebagai sebuah Negara agraris. Negara dengan luas 1.919.440 〖km〗^2 meliputi darat dan laut yang merupakan Negara peringkat 15 terbesar di dunia dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sector pertanian. Semangat bertani pada masa orde baru benar – benar digalakkan oleh pemerintah sehingga petani benar – benar semangat dalam mengolah sawah mereka. Pemerintah melalui revolusi hijau yang saat itu sudah marak dilakukan di negar – Negara maju berhasil meningktakan produksi bahan pangan dalam negeri. Bahkan Indonesia sempat mengalami surplus beras dan menjadi pengekspor beras nomor 1 di dunia. Petani – petani pada masa itu sangat dijamin kesejahteraannya, sehingga tidak heran banyak sekali masyarakat yang memilih untuk menjadi petani.
Kemudian kita lihat Indonesia saat ini, Indonesia di abad 21. Indonesia saat ini sudah tidak layak lagi disebut Negara agraris. Semakin menurunkan jumlah penduduk yang bekerja di sector pertanian bisa jadi bukti nyata. Saat ini kesejahteraan para petani sudah tidak dijamin lagi oleh Pemerintah. Sehingga orang – orang malas dan takut untuk bekerja di sector pertanian. Kebanyakan petani justru malah menjual sawahnya, kemudian sawah tersebut berubah menjadi gedung – gedung megah. Seharusnya pemerintah memberikkan dukungan dan jaminan kesejahteraan kepada para petani. Di era Teknologi yang juga berimbas pada Peningkatan Teknologi Pertanian harusnya pemerintah memberikan contoh dan arahan kepada para petani mengenai pertanian modern seperti yang dilakukan oleh Negara – negar maju. Pertanian modern yang imbasnya akan meningkatkan hasil produksi pertanian.
1787228
DSC_0577
Semakin sedikitnya lahan dan jumlah petani saat ini tentu saja berimbas pada produksi bahan pangan. Sungguh memalukkan Indonesia yang sempat menjadi Negara pengekspor beras nomor 1 dan nasi sebagai makanan pokok rakyat Indonesia, saat ini Pemerintah membuat kebijakkan tentang impor beras. Beras – beras impor dari luar negeri masuk ke Indonesia dan menggusur beras local dari para petani. Pemerintah berkelit bahwa produksi beras nasional tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri. Padahal hal tersebut hanyalah dilihat dari kacamata subyektif. Masuknya beras – beras impor justru semakin menyiksa para petani, beras mereka pun akhirnya dibeli dengan harga yang murah dan tak sebanding dengan usahanya.

2 thoughts on “TANDA TANYA AGRARISME INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s