PERAN GENERASI MUDA DALAM PLURALISME

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara.  Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.  Generasi muda  harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita.

Salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini yakni permaslahan tenggang rasa natar umat agama. Berbicara soal agama, Indonesia mengakui banyak agama yang dianut oleh masyarakat luas.  Pergejolakan antar umat agama yang sudah mengakar daeri sejak jaman dahulu tidak pernsh terselaeaikan. Mulai dari grass root sampaiu dengan pemimpin – pemimpin atau pemuka agama yang menjadi percontohan umat pun justru malah saling serang satu sama lain.

Konflik – konflik itu terjadi karena banyak masyarakat yang tidak menerima perbedaan agama. Membenci agama lain, mencaci agama lain, memisahkan diri atau bahkan mengusir. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman akan perbedaan itu sehingga hubungan persaudaraan terputus. Perbedaan agama di Indonesia sangat sering dijadikan alat provokasi perselisihan antar kelompok. \

Dalam ruang ingkup anak muda semisal di kampus, perbedaan agama juga sering dijadikan permasalahan dalam berinteraksi. Mereka yang Bergama muslim kadang tidak mau mengnenal merkea yang Kristen atau sebaliknya maupun agama yang lain. Persepsi bahwa agama yang satu lebih mulia disbanding yang lain sering menjadi bahan utuk mencela agama lain dalam bergaul, semisal”Ahh mereka kan Kristen!” atau “Ahh mereka kan Muslim!”

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimanakah cara mengtasi permasalah tersebut? Disinilah seharusnya peran generasi muda dalam mengatsi permasalahan lintas agama. Generasi muda yang memiliki semangat juang peerubahan Dalam menciptakan tatanan social kemasyrakatan yang baik dan terciptanya kedamaian menjadi alasan mengapa pemuda dikatakan memiliki peran vital dalam mengatsi permasalah tersebut.

Kemudian apa yang seharusnya dilakukan oleh genrasi muda? Peran apa yang harus likakukan pemuda dalam mengatasi permasalahn tersebut? Memang permasalahn tersebut tidak boleh hanya dibebankan seluruhnya kepada para pemuda. Namun pemuda memiliki peran paling penting dalam menganggapi dan mengatasi permasalahan tersebut. Pemuda antar lintas agama harus saling memiliki rasa cinta sebagai bangsa yang satu yakni bangsa Indonesai. Untuk menjaga eksistensi dan keberalngsungan Bangsa.

Saling berkomunikasa antar pemuda dengan diskusi –  dskusi bersaama menjadi hal kecil yang menjadi sesuatu yang saat bernilai ketika dilakukan teeus menerus dengan tetap mengutamakan rasa saling menghormati satu sama lain. Jika di ruang lingkup kaum muda seperti kampus perbedaan agama menjadi penghalang membentuk suatu kesatuan menuju perubahan lebih baik, generasi muda tidak akan lebih baik. Perselisihan akan sering terjadi di mana saja oleh karena perbedaan agama tersebut. Generasi muda juga setidaknya mengetahui secara umum bagaimana kehidupan beragama setiap agama yang ada di lingkungannya. Hal ini akan membuat rasa hormat satu sama lain meningkat dan saling memahami. Selain itu generasi muda perlu meningkatakan interaksi yang lebih baik dengan sesama di setiap lingkungan yang ditempatinya agar suasana lebih hidup dan komunikasi berjalan baik. Setelah tindakan tersebut dilakukan generasi muda saat ini, hubungan lintas agama bangsa ini kedepannya semakin erat. Generasi muda menjadi aktor terbaik pada perubahan. Jika saat ini generasi muda memahami dan sepaham akan perbedaan agama dan membentuk kesatuan yang didasarkan perbedaan agama maka kerukunan/hubungan lintas agama akan terjaga kearah yang baik. Tindakan yang dilakukan yaitu mengajak semua masyarakat, generasi muda saling memahami perbedaan agama, memperbaiki hubungan lintas agama, dan membentuk kesatuan melawan provokasi-provokasi yang membuat keributan, dan melakukan kegiatan bersama yang mendorong masyarakat saling menghormati didalam pluralisme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s